autism-puzzle

Apa yang kita ketahui tentang penderita autis?

  •  Ketidakmampuan seumur hidup.
  •  Ditandai dengan permasalahan yang berat dalam 3 area : Komunikasi, Perilaku dan Hubungan Sosial.
  •  Gangguan ketidakmampuan pada saat pertumbuhan.
  •  Umumnya gejala timbul pada anak lelaki dengan rasio 4 : 1.
  •  Terjadi pada 1 anak setiap 250 kelahiran.
  •  Umumnya gejala timbul pada usia sekitar 18 bulan sampai dengan 3 tahun.
  •  Tidak tergantung pada warna kulit dan etnis.

Saat ini belum ditemukan pengobatannya, akan tetapi dengan deteksi dini dan terapi dini dapat menghasilkan yang lebih baik. Terapi yang dilakukan dalam bentuk edukasi, sosial, dan biologi (dengan obat-obatan), misalnya : terapi fisik, terapi wicara, terapi kemampuan sosial, terapi visual, obat-obatan atau diet gluten dan kasein.

GFCF diet (gluten-free/casein-free) adalah diet dengan cara menghilangkan semua bentuk makanan yang mengandung zat gluten dan kasein bagi anak penderita autis.

Gluten adalah sejenis protein yang ada pada jenis padi-padian, sedangkan kasein adalah sejenis protein yang ditemukan pada semua produk yang berbahan dasar dari susu.

Bagi penderita autisme, gluten dan kasein dianggap sebagai racun, karena tubuh pengidap autisme tidak menghasilkan enzim untuk mencerna gluten. Akibatnya, protein yang tidak tercerna ini akan diubah menjadi komponen kimia yang disebut opioid.

Opioid itu sendiri, bersifat layaknya obat-obatan seperti opium, morfin, dan heroin yang bekerja sebagai racun yang dapat mengganggu fungsi otak dan sistem imunitas, sehingga menimbulkan gangguan perilaku.

Dengan menjalankan diet ini, artinya, penderita autis dilarang untuk mengkonsumsi makanan seperti roti, makanan yang dibalut dengan tepung dan pasta.

Agar anak penderita autis tidak kekurangan zat-zat penting bagi pertumbuhannya dibutuhkan suplemen tambahan seperti vitamin D dan kalsium. Perbanyak sayuran segar, daging, telur dan buah-buahan yang tidak banyak mengandung gula, seperti pisang.

Penerapan diet yang disiplin, dilaporkan dapat memperbaiki pencernaan, pola tidur, tingkah laku penderita autis.

Sumber : http://meetdoctor.com/article/diet-gluten-dan-kasein-bagi-anak-penderita-autism 
The Signs of Autism

Gejala Autis :

Permasalahan makan.

Apatis/tidak tanggapan atau tanggapan minimal terhadap sentuhan dan pelukan.

Seringkali menangis.

Tidak memiliki ketertarikan untuk bersosialisasi.

Gerakan berulang, seperti gerakan tangan atau memukul kepala.

Kesulitan tidur.

Kesulitan dalam mengajarkan cara ke toilet.

Kebiasaan makan atau pemilihan makanan yang sedikit berbeda.

Kemampuan berbicara yang lambat atau tidak berbicara.

Tidak bermain dengan anak ataupun orang lain.

Melemparkan kesalahan secara berkepanjangan.

 

Penyebab Autis :

Genetik

Penyebabnya adalah multifaktorial.

Beberapa peneliti menyebutkan salah satu penyebabnya yaitu genetik.

Terdapat hubungan 10-20 genetik yang menciptakan kondisi autis.

 

Environmental

Konsumsi logam berat berlebihan (e.g mercury, lead dan aluminium).

Penggunaan antibiotik berlebihan.

Vaksin.

Terkena paparan dari pestisida secara berlebihan.

Kekurangan mineral esensial (iodine dan lithium).

 

Pencernaan

Permasalahan Saluran Cerna Penderita Autis

  1. Kebocoran usus.
  2. Nyeri perut.
  3. Mual.
  4. Kembung.
  5. Diare.
  6. Sembelit (susah BAB).
  7. Pertumbuhan bakteri secara berlebihan.
  8. Gejala gastrointestinal : mual dan muntah.

Kemungkinan Malnutrisi

  • Protein.
  • Vitamin : C, E, B Kompleks, B 6.
  • Mineral : kalsium, magnesium, chromium.
  • Kalori.
  • Fiber.

Pola Makan Pada Penderita Autis

8 Langkah pengaturan pola makan pada penderita autis :

1. Beralih pada makanan sehat.

2. Penuhi kebutuhan nutrient dasar secara adekuat.

3. Berikan tambahan vitamin/mineral.

4. Berikan tambahan omega 3.

5. Terapi gejala gastrointestinal.

6. Kenali dan ketahui alergi pada makanan.

7. Pikirkan terhadap pemberian diet khusus.  

Sereal gandum

Disarankan :

Biji-bijian            : Oats, Buckwheat (soba), nasi.

Pasta                     : Berbahan dasar kacang atau jagung.

Roti                       : Tinggi serat, tambahkan dengan biji-bijian atau kacang.

Multivitamin     : A, B kompleks, C.

Kalsium               : Tablet kunyah, jus, kacang-kacangan, susu tanpa casein.

Fiber                     : Yoghurt, pudding dan sereal.

(Sumber : Dr. Marcel Aldion Rahardja, Medical Dept. – PT. Kalbe Farma, Tbk, Seminar Kesehatan 09/02/2013).

Tentang ika007

I'm Muslim, nice person, love Pop & Jazz musics, like to watch movies (animation, drama & comedy), sometimes moody, sensitive & friendly.

Satu tanggapan »

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s