Pencegahan dan Pengobatan Kanker Payudara


Pita Kanker payudara

Pada prinsipnya, strategi pencegahan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu pencegahan pada lingkungan, pada pejamu, dan milestone. Hampir setiap epidemiolog sepakat bahwa pencegahan yang paling efektif bagi kejadian penyakit tidak menular adalah promosi kesehatan dan deteksi dini. Begitu pula pada kanker payudara, pencegahan yang dilakukan antara lain berupa:

Pencegahan primer, Pencegahan Sekunder dan Pencegahan Tertier.

1. Pencegahan Primer

Pada kanker payudara merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan karena dilakukan pada orang yang “sehat” melalui upaya menghindarkan diri dari keterpaparan pada berbagai faktor risiko dan melaksanakan pola hidup sehat. Pencegahan primer ini juga bisa berupa pemeriksaan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) yang dilakukan secara rutin sehingga bisa memperkecil faktor resiko terkena kanker payudara ini.

Gangguan Payudara  Kanker Payudara gbr 3 breast_exams3

SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri)

1. Berdiri di depan cermin, perhatikan payudara. Dalam keadaan normal, ukuran payudara kiri dan kanan sedikit berbeda. Perhatikan perubahan perbedaan ukuran antara payudara kiri dan kanan dan perubahan pada puting susu (misalnya tertarik ke dalam) atau keluarnya cairan dari puting susu. Perhatikan apakah kulit pada puting susu berkerut.

2. Masih berdiri di depan cermin, kedua telapak tangan diletakkan di belakang kepala dan kedua tangan ditarik ke belakang. Dengan posisi seperti ini maka akan lebih mudah untuk menemukan perubahan kecil akibat kanker. Perhatikan perubahan bentuk dan kontur payudara, terutama pada payudara bagian bawah.

3. Kedua tangan di letakkan di pinggang dan badan agak condong ke arah cermin, tekan bahu dan sikut ke arah depan. Perhatikan perubahan ukuran dan kontur payudara.

4. Angkat lengan kiri. Dengan menggunakan 3 atau 4 jari tangan kanan, telusuri payudara kiri. Gerakkan jari-jari tangan secara memutar (membentuk lingkaran kecil) di sekeliling payudara, mulai dari tepi luar payudara lalu bergerak ke arah dalam sampai ke puting susu. Tekan secara perlahan, rasakan setiap benjolan atau massa di bawah kulit.

Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan cara mengangkat lengan kanan dan memeriksanya dengan tangan kiri. Perhatikan juga daerah antara kedua payudara dan ketiak.

Sadari

5. Tekan puting susu secara perlahan dan perhatikan apakah keluar cairan dari puting susu.

Lakukan hal ini secara bergantian pada payudara kiri dan kanan.

6. Berbaring terlentang dengan bantal yang diletakkan di bawah bahu kiri dan lengan kiri ditarik ke atas. Telusuri payudara kiri dengan menggunakan jari-jari tangan kanan. Dengan posisi seperti ini, payudara akan mendatar dan memudahkan pemeriksaan.

Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan meletakkan bantal di bawah bahu kanan dan mengangkat lengan kanan, dan penelusuran payudara dilakukan oleh jari-jari tangan kiri.

Pemeriksaan no. 4 dan 5 akan lebih mudah dilakukan ketika mandi karena dalam keadaan basah tangan lebih mudah digerakkan dan kulit lebih licin.

Sumber : http://anugerahsehat.blogspot.com

2. Pencegahan Sekunder

Pencegahan sekunder dilakukan terhadap individu yang memiliki risiko untuk terkena kanker payudara. Setiap wanita yang normal dan memiliki siklus haid normal merupakan populasi at risk dari kanker payudara. Pencegahan sekunder dilakukan dengan melakukan deteksi dini. Beberapa metode deteksi dini terus mengalami perkembangan. Screening melalui mammografi diklaim memiliki akurasi 90% dari semua penderita kanker payudara, tetapi keterpaparan terus-menerus pada mammografi pada wanita yang sehat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Karena itu, screening dengan mammografi tetap dapat dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan antara lain:

Wanita yang sudah mencapai usia 40 tahun dianjurkan melakukan cancer risk assessement survey.

Pada wanita dengan faktor risiko mendapat rujukan untuk dilakukan mammografi setiap tahun.

Wanita normal mendapat rujukan mammografi setiap 2 tahun sampai mencapai usia 50 tahun.

Foster dan Constanta menemukan bahwa kematian oleh kanker payudara lebih sedikit pada wanita yang melakukan pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dibandingkan yang tidak. Walaupun sensitivitas SADARI untuk mendeteksi kanker payudara hanya 26%, bila dikombinasikan dengan mammografi maka sensitivitas mendeteksi secara dini menjadi 75%.

3. Pencegahan Tertier

biasanya diarahkan pada individu yang telah positif menderita kanker payudara. Penanganan yang tepat penderita kanker payudara sesuai dengan stadiumnya akan dapat mengurangi kecatatan dan memperpanjang harapan hidup penderita. Pencegahan tertier ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan. Tindakan pengobatan dapat berupa operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap ketahanan hidup penderita. Bila kanker telah jauh bermetastasis, dilakukan tindakan kemoterapi dengan sitostatika. Pada stadium tertentu, pengobatan yang diberikan hanya berupa simptomatik dan dianjurkan untuk mencari pengobatan alternatif.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_payudara

Avail Bio SP

Pembalut herbal alami AVAIL BIO SANITARY PADS

Selain itu, untuk pencegahan penyakit Kanker Payudara dapat juga menggunakan Avail Bio Sanitary Pad. Yaitu : pembalut wanita yang diproduksi dengan memakai Bio Teknologi, bahan baku kapas, berkualitas tinggi dan tidak mudah tembus, di dalamnya mengandung 17 jenis herbal alami yang memiliki khasiat tinggi.

Produk ini telah diuji di :

1. Singapura oleh Health Sciences Authority (No. Lab. PH-2004-01699-001),

menyatakan produk Avail Bio Sanitary Pad tidak mengandung racun di dalamnya.

2. Chem VI Laboraty  Sdn Bhd, Malaysia (Ruj LS/0704/7788), menyatakan produk ini tidak mengandung

plumbum, arsenic, tembaga, timah, E. Coli, Salmonela (bakteri penyebab keracunan makanan) dan

Stafilokokus (bakteri penghasil nanah).

Jenis-jenis Avail Bio Sanitary Pad :

1. Pantyliner (Kemasan berwarna Hijau)

Digunakan untuk harian, saat tidak menstruasi.

1 kemasan berisi 20 lembar/1 paket berisi 20 kemasan.

2. Day Use (Kemasan berwarna Biru)

Digunakan pada siang hari, saat menstruasi.

1 kemasan berisi 10 lembar/1 paket berisi 20 kemasan.

3. Night Use (Kemasan berwarna Merah Muda)

Digunakan pada malam hari, saat menstruasi dan pasca melahirkan.

1 kemasan berisi 10 lembar/1 paket berisi 20 kemasan.

Produk Avail

Khasiat Avail Bio Sanitary Pad

Selain untuk mengatasi masalah kewanitaan, Avail Bio Sanitary Pad juga bermanfaat untuk mengatasi :

1. Rasa sakit saat menjelang menstruasi

2. Keputihan

3. Mencegah Kanker Rahim/Kanker Payudara

4. Mencegah Myom/Kista

5. Mengeluarkan angin di perut

6. Membuang gumpalan darah dalam uterus

7. Penghilang bau & lembab pada sepatu/helm

8. Infeksi pada usus besar & bawah usus oleh bakteri

9. Menghilangkan rasa sakit saat bisulan, dll.

Avail Bio Sanitary Pad tidak dijual bebas di pasaran.

Untuk konsultasi dan pemesanan produk, hubungi : Ibu Nenti 0818 125 748

Ada beberapa pengobatan kanker payudara yang penerapannya banyak tergantung pada stadium klinik penyakit (Tjindarbumi, 1994), yaitu :

Mastektomi :

operasi pengangkatan payudara. Ada 3 jenis mastektomi (Hirshaut & Pressman, 1992) :

1. Modified Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara, jaringan payudara di tulang dada, tulang selangka dan tulang iga, serta benjolan di sekitar ketiak.

2. Total (Simple) Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara saja, tetapi bukan kelenjar di ketiak.

Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan sebagian dari payudara. Biasanya disebut lumpectomy, yaitu pengangkatan hanya pada jaringan yang mengandung sel kanker, bukan seluruh payudara. Operasi ini selalu diikuti dengan pemberian radioterapi. Biasanya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya di pinggir payudara.

3. Penyinaran/radiasi adalah proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi (Denton, 1996). Efek pengobatan ini tubuh menjadi lemah, nafsu makan berkurang, warna kulit di sekitar payudara menjadi hitam, serta Hb dan leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi.

4. Kemoterapi adalah proses pemberian obat-obatan anti kanker dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker. Tidak hanya sel kanker pada payudara, tapi juga di seluruh tubuh (Denton, 1996). Efek dari kemoterapi adalah pasien mengalami mual dan muntah serta rambut rontok karena pengaruh obat-obatan yang diberikan pada saat kemoterapi.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_payudara

x-Ray breastcancer

Ilustrasi/Admin (shutterstock)

Cryoablation, Harapan Baru Penderita Kanker Payudara

Berita baik untuk para penderita kanker payudara! Para peneliti di University of Michigan Comprehensive Cancer Center telah melakukan percobaan membekukan sel kanker pada tikus yang menderita kanker payudara, dan menemukan bahwa teknik pembekuan tersebut (disebut cryoablation) dapat dengan segera mematikan sel kanker dan meningkatkan respon kekebalan tubuh untuk mencegah penyebaran sel kanker. Berita ini dilansir oleh Science Daily tanggal 3 Maret 2010.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti membandingkan hasil yang diperoleh melalui teknik pembekuan cepat, pembekuan perlahan, dan dengan pembedahan pengangkatan tumor biasa. Hasilnya, kedua teknik cryoablation (baik yang cepat maupun yang lambat) berhasil mematikan sel kanker, namun hasil cryoablation yang cepat lebih baik karena sedikit sekali tumor yang menyebar dan kemampuan bertahan hidup dari tikus yang menjalani terapi ini jauh lebih baik dari kedua teknik lainnya.

Cryoablation adalah teknik pembekuan jaringan yang cepat dengan mengalirkan cairan yang super dingin melalui jarum seperti jarum suntik (disebut cryoprobe). Cairan superdingin tersebut dapat berupa gas nitro oksida yang dicairkan (N2O, dikenal juga sebagai gas ketawa) atau dapat juga menggunakan gas Argon yang dicairkan. Cairan tersebut dialirkan langsung ke jaringan yang akan dibekukan. Yang kemudian terjadi adalah kondisi yang super dingin (-40 derajat C) akan mengakibatkan terbentuknya es di dalam sel yang dan juga dalam aliran darah menuju sel, sehingga selpun rusak dan mati. Teknik pembekuan cepat ini sudah sering dilakukan untuk penyembuhan kanker prostat, kanker ginjal, kanker hati, dan kanker tulang.

Saat ini hasil penelitian ini sedang diuji secara klinis terhadap beberapa pasien kanker payudara. Semoga penelitian ini berjalan baik dan dapat membantu penyembuhan saudara-saudara kita yang menderita kanker payudara. (Oleh : Dyah R Permatasari).

Sumber : http://kesehatan.kompasiana.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s