Jelajah Kota Toea Jakarta


Museum Bank Mandiri

Museum Bank Mandiri (Photo credit: Shanghai Daddy)

Batavia's 'Amsterdam Gate'

Batavia’s ‘Amsterdam Gate’ (Photo credit: Wikipedia)

English: Museum Mandiri, Jakarta.

English: Museum Mandiri, Jakarta. (Photo credit: Wikipedia)

English: Bank Mandiri, formerly Kantoor van de...

English: Bank Mandiri, formerly Kantoor van de Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij, Kota Tua (“Old Town”), Jakarta, Indonesia (Photo credit: Wikipedia)

 

Bagiku perjalanan pada hari Minggu, 17 Maret 2013 merupakan pengalaman yang terindah. Kami rombongan turis domestik dari KlenderJakarta Timur, terdiri dari : Ika, Bu Nenty (ibuku), Ari (adikku) dan Uchi (sahabatku), tepat pukul : 07.30 WIB tiba di Museum Bank Mandiri Jl. Lapangan Stasiun No. 1 Jakarta – Kota untuk mengikuti acara Jelajah Kota Toea Jakarta : Street Hunting, Arsitektur Tempo Doeloe.

Setelah itu, para peserta Jelajah Kota Toea diwajibkan untuk registrasi ulang dan memperoleh sebotol air mineral, kartu identitas peserta termasuk sinopsis perjalanan dari pihak panitia penyelenggara.

Saat waktu telah menunjukkan pukul 08.30 WIB sebelum melakukan street hunting, para peserta Jelajah Kota Toea mengikuti workshop fotografi yang disampaikan oleh fotografer Sri Sadono. Sebagai informasi Sri Sadono merupakan editor untuk Majalah CFVd, pengajar Sahabat Anak, dan penulis buku fotografi “Kamera Digital Saku: Bikin Foto Kenangan Lebih Berkesan” dan “Tehnik Dasar Fotografi Digital Fotomaster”.

Workshop fotografi selesai pukul 10.00 WIB, kemudian seluruh peserta Jelajah Kota Toea diajak berkeliling Kota Tua Jakarta yang didampingi oleh Kartum Setiawan (pemandu wisata Komunitas Jelajah Budaya/KJB). Rute perjalanan para peserta Jelajah Kota Toea bersama Komunitas Jelajah Budaya dimulai dari :

1.      Museum Bank Mandiri (Nederlandsche Handel Maatschappij/NHM)

Di dalam Museum Bank Mandiri

Merupakan salah satu asset Bank Mandiri yang digunakan sebagai museum di kota tua Jakarta. Bangunan ini awalnya digunakan sebagai kantor dagang Nederlansche Handel Maatschppij (NHM) di Batavia. Gedung ini mulai dibangun tahun 1929 dan diresmikan tanggal 14 Januari 1933. Sebagai kantor pusat NHM di Hindia Timur, bangunan ini termasuk yang tertinggi dan termegah pada zamannya. Tidaklah salah jika gedung ini sudah dilengkapi dengan fasilitas mesin lift.

2.      Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia menggunakan bangunan dari De Javasche Bank. Jauh sebelum digunakan sebagai kantor perbankan, digunakan sebagai rumah sakit di dalam kota Batavia/Jakarta. Bangunan ini dirancang oleh sebuah biro insinyur arsitek yang bernama Ed. Cuypers dan Hulswit, dimana badan ini didirikan oleh dua orang arsitek berasosiasi yang kedua nama pemiliknya dijadikan nama perusahaannya, yaitu : Architecten Bureau Ed. Cuypres & Hulswit. Pada tahun 1933 hingga 1935, bangunan ini mengalami perluasan dan renovasi, yang dilakukan oleh biro perencana yang sama.

Museum Bank Indonesia bag. tengah

Museum Bank Indonesia memberikan berbagai informasi tentang sejarah perkembangan perbankan sebelum dan sesudah kemerdekaan Republik Indonesia, dengan sajian yang menarik, bertekhnologi tinggi dan sangat artistik. Dapat menghibur sekaligus mengandung unsur pendidikan bagi para pengunjung tanpa menimbulkan rasa bosan. Sehingga membuat kita semakin penasaran pada benda-benda yang dipamerkan di dalam museum ini. Adapun situs mengenai informasi Museum Bank Indonesia adalah sebagai berikut  :  http://www.bi.go.id/web/id/Tentang+BI/Museum/Latar+Belakang/

3.      Nederlandsche – Indische Handelsbank (Nationale Handelsbank)

National Bank

Bangunan bersejarah yang berada di sudut Taman Stasiun, kini masih aktif digunakan sebagai kantor perbankan di kawasan kota tua Jakarta. Gedung ini dirancang oleh dua orang arsitek Belanda yang karyanya cukup banyak di Indonesia, yaitu : J.F.L Blankenberg dan C.P Wolf Schoemaker pada tahun 1935. Pada awalnya bangunan ini digunakan oleh Nederlansche-Indische Handelsbank (1940-1960). Setelah itu, dinasionalisasi ke dalam Bank Bumi Daya (BBD). Inilah bangunan dengan arsitektur Art-Deco yang masih digunakan oleh Kantor Wilayah dan Bank Mandiri Jakarta Kota.

4.      Nederlandsche – Indische Escompto Maatscappij

Escompto Bank

Gedung dengan arsitektur Indische yang terletak di pojok pertemuan antara Pintu Besar Utara dan Jalan Bank merupakan Bangunan Cagar Budaya bekas kantor Nederlansche – Indische Escompto Maatscappij di Batavia. Pembangunan mulai dilakukan tahun 1904 untuk gedung yang menghadap ke Pintu Besar Utara dan 1921 untuk di sudut Jalan Bank. Keunikan dari gedung ini, antara lain terdapat ornament pada dinding luar yang memperlihatkan lambang-lambang kota di Hindia Belanda seperti Semarang, Batavia dan Surabaya serta diapit oleh dua lambang, yaitu : lambang Kerajaan Belanda dan kota Amsterdam.

5.      Chartered Bank of India, Australia dan China

Chartered Bank

Salah satu asset bangunan milik Bank Mandiri dengan kubah warna kecoklatan ini, menyimpan potensi yang besar untuk menunjang kawasan Oud Batavia (Kota Tua) sebagai bagian dari tujuan wisata di Jakarta. Pada awalnya bangunan ini digunakan sebagai kantor cabang Chartered Bank of India, Australia dan China di Batavia. Sejak 2 Maret 1965 pengelolaan gedung diserahkan oleh pemerintah kepada Bank Umum Negara (BUNEG) yang kemudian menjadi Bank Bumi Daya. Salah satu keindahan ornamentnya adalah hiasan kaca patri yang menggambarkan lingkungan budaya dan komoditi di Hindia Belanda.

Chartered Bank-02

Sangat disayangkan banyak bangunan-bangunan tua yang masih tertinggal di kawasan Kota Tua Jakarta, tampak dari sisi luar sudah rusak dan tidak terawat. Padahal bangunannya masih kokoh dan mengandung nilai arsitektur klasik yang menakjubkan bagi para wisatawan mancanegara maupun domestik.

Chartered Bank-2

6.      Toko Merah

Suasana di depan Toko Merah

Gedung tertua yang berlokasi di Kali Besar Barat No. 11, Jakarta Barat merupakan bangunan Cagar Budaya. Pada awalnya bangunan ini merupakan tempat tinggal Gubernur Jenderal Baron van Imhoff yang dibangun sekitar awal 1730. Lalu dijual oleh sang istri Gubernur Jenderal, bangunan dengan dominan warna merah pernah digunakan sebagai hotel, kantor dagang Jacobson Berg dan toko kelontong. Pada saat digunakan untuk toko kelontong inilah sebutan Toko Merah melekat hingga saat ini.

Cagar Budaya Toko Merah

Suasana magis sangat terasa ketika memasuki Toko Merah. Maklum saja, bangunan ini sudah berdiri kokoh selama 283 tahun. Di dalam ruangan Toko Merah mengesankan kita tengah berada di sebuah rumah etnis Tionghoa. Warna merah dan kuning keemasan sangat dominan mengisi setiap sisi ruang yang terdapat di Toko Merah. Kita akan dibuat takjub dengan bangunan Toko Merah bernuansa kuno zaman Belanda dan dipadu oleh lampion-lampion berwarna merah yang bergelantungan pada bagian atap Toko Merah di lantai satu (seperti yang terlihat di foto).

Eternit Toko Merah

7.      Galeri Melaka

Melaka merupakan sebuah negeri yang kaya dengan sejarah dan budayanya yang unik. Di sinilah awal sejarah Kesultanan Melayu. Melaka ditemukan oleh Parameswara pada tahun 1262. Saat ini, Melaka memiliki daya tarik tersendiri seperti : becak di tengah-tengah kota, menaiki boat di sungai Melaka ataupun berjalan-jalan di kawasan yang menceritakan tentang peperangan dan penyiksaan, percintaan dan penyesalan. Sehubungan dengan keunikan tersebut, melalui Program Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) antara Kerajaan Malaysia dan pemerintah DKI Jakarta, maka sebuah galeri yang dinamakan Galeri Melaka diresmikan di Jl. Malaka No. 7-9 Roa Malaka, Tambora – Jakarta Barat. Galeri Melaka mempamerkan sejarah dan perkembangan negeri Melaka khususnya sektor pariwisata yang mempunyai persamaan dengan DKI Jakarta, seperti bangunan berarsitektur Belanda dan sebagainya.

Galeri Melaka

Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 WIB, para peserta Jelajah Kota Toea kembali ke Museum Bank Mandiri untuk acara makan siang. Para peserta telah mendapatkan informasi sejarah dan juga titik-titik menarik setiap rinci arsitektur bangunan bersejarah. Hasil jepretan para peserta Jelajah Kota Toea, akan menjadi bukti sejarah dalam perkembangan Kota Tua dari masa ke masa.

Dengan mengikuti Jelajah Kota Toea Jakarta dapat menambah wawasan kita tentang gedung-gedung bersejarah yang ada di Jakarta pada zaman sebelum ataupun sesudah kemerdekaan Indonesia dan menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi terhadap negeri tercinta Republik Indonesia. Terima kasih Mas Kartum Setiawan dan Komunitas Jelajah Budaya. Insya Allah…sampai bertemu di jelajah budaya berikutnya.

(Sumber : Kartum Setiawan, Pemandu Wisata Komunitas Jelajah Budaya, Jelajah Kota Tua Jakarta 17/03/13).

Logo KJB

Komunitas Jelajah Budaya

AGENDA KEGIATAN

KOMUNITAS JELAJAH BUDAYA Tahun 2015

17-19 April 2015 : Noesakambangan-Tjilatjap

31 Mei 2015 : Night Time Journey at Museum

28 Juni 2015 : Ngabuburit

26 Juli 2015 : Koningsplein

2 Agustus 2015 : Night Time Journey at Museum

6 September 2015 : Gunung Padang Tjianjur

4 Oktober 2015 : Buitenzorg

1 November 2015 : Night Time Journey at Museum

20 Desember 2015 : Oud Batavia

Informasi & Registrasi 

Komunitas Jelajah Budaya

Kartum Setiawan

T: 0817 9940 173 / 021 997 00 131 / PIN BB  2843090F

Email : kartum_boy@ yahoo.com

jelajahkotatua@yahoogroups.com

http://komunitasjelajahbudaya.wordpress.com

Pembayaran via transfer ke Bank Mandiri

No.Rek. 115 000 451 2697 a/n. Kartum Setiawan.

2 thoughts on “Jelajah Kota Toea Jakarta

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s