Mencari Arti Kehidupan


 

berpikir

Pernahkah Anda berpikir mengapa dilahirkan di negara ini? Mengapa dilahirkan sebagai seorang laki-laki atau perempuan? Apakah ada perasaan menyesal karena terlahir dari keluarga sederhana? Selama hidup sudahkah berbuat baik bagi orang tua dan masyarakat? Bertutur kata yang santunkah terhadap sesama makhluk hidup? Kapankah pasangan hidup akan hadir sebagai pendamping sehidup semati? Dan berbagai pertanyaan yang akan menghampiri di dalam pikiran kita.
Marilah kita merenung sejenak….kala kita menjenguk seseorang yang berada di ruang ICU (Intensif Care Unit), terasa betapa pentingnya arti kehidupan bagi setiap manusia. Namun dibalik itu semua sudah ada yang mengatur. Kita mengalami suka-duka, sehat-sakit, kaya-miskin, lajang-menikah, hidup-mati hanya Allah SWT yang Maha Mengatur segalanya. Manusia berusaha dan berdo’a untuk memperbaiki hidupnya, agar menjadi makhluk hidup yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.

mencari-arti-kehidupan
Dalam perjalanan hidup untuk menempuh kesuksesan pun banyak penghalang yang harus dilampaui. Di sekitar kita pasti ada manusia yang memiliki keras hati, berusaha untuk menjatuhkan pesaingnya ketika berusaha untuk menempuh hidup yang lebih baik. Adapula manusia yang memiliki hati lembut dengan segala daya upayanya membantu untuk meringankan beban ekonomi manusia lainnya. Itulah kehidupan…ada manusia yang hatinya dipengaruhi nafsu syaithon dan ada manusia yang diberi Nur Ilahi.
Saat mendekati akhir zaman, semakin banyak pula manusia yang serakah, berbuat semena-mena, minimnya toleransi dan hal-hal lain yang seringkali diluar jangkauan nalar manusia.
Rezeki, jodoh dan kematian hanya milik Allah SWT. Tapi masih ada saja yang usil untuk menanyakan Misteri Ilahi tersebut, misalnya : dengan kalimat singkat ”Kenapa belum menikah?” atau “Kapan kamu menikah?”. Seandainya hidup itu diartikan sebagai karunia Ilahi, untuk apa menanyakan hal tersebut? Toh rezeki, jodoh dan kematian Allah SWT yang mengatur.
Kematian pun demikian, ada manusia yang sakit bertahun-tahun dan mengharapkan sembuh, namun pada akhirnya Allah mengabulkan do’anya dengan cara menemui ajalnya. Ada juga yang pola hidupnya sehat, ceria, segar-bugar, karena sesuatu hal yang tak disangka-sangka mendadak meninggal dunia.
Rezeki yang diperoleh dengan cara bekerja keras di jalan Allah SWT akan menghasilkan sesuatu yang memuaskan lahir dan bathin. Terlebih bila bermanfaat bagi keluarga dan manusia yang membutuhkan.

holy_quran

Bila setiap manusia selalu ingat tujuan akhir adalah akhirat, maka sedianya kita selalu berpedoman pada Alkitab bagi masing-masing agama kepercayaan yang manusia anut sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s